:: Yang aku tahu, ALLAH bersamaku ::

Senin, 02 Juli 2012

Bismillahirrohmanirrohim
------------------------------------------------------------------------------------
Prolog :
“Nuh belum tahu bahwa banjir nantinya tumpah
ketika di gunung ia menggalang kapal dan ditertawai.
Ibrahim belum tahu bahwa akan tercawis domba
ketika pisau nyaris memapas buah hatinya.
Musa belum tahu bahwa lautan akan terbelah
saat ia diperintahkan memukulkan tongkat.
Di Badar Muhammad berdoa, bahunya teruncang isak
‘Andai pasukan ini kalah, Kau takkan lagi disembah!’
Dan kita pun belajar, alangkah agungnya iman.”

Nuh yang bersusah payah membangun perahu, harus menahan geram ketika ditertawakan, diganggu dan dirusuh oleh kaumnya. Nuh belum tahu bahwa banjur akan tumpah. Yang ia tahu, ia diperintahkan membina kapalnya. Yang ia tahu, ia laksanakan perintah Rabb-Nya, maka Allah bersamanya.

Ibrahim yang bermimpi, dia juga tak pernah tahu apa yang akan terjadi saat ia benar-benar menyembelih putra tercinta. Dibaringkannya sang putera yang pasrah dalam taqwa. Ayah yang mana yang sanggup membuka mata ketika harus mengayu leher sang putra dengan pisau? Ibrahim melakukannya! Ia melakukannya meskipun belum tahu bahwa seekor domba besar akan menggantikan sang anak.
Musa juga menemui jalan buntu, terantuk laut Merah dalam kejaran Fir’aun. Petunjuk pun datang. Musa diperintahkan memukulkan tongkatnya ke laut. Nalar tanpa iman berkata,”Apa gunanya? Lebih baik dipukulkan ke Fir’aun!” Ya, bahkan Musa pun belum tahu bahwa lautan akan terbelah kemudian. Yang dia tahu Allah bersamanya. Dan itu cukup baginya.
Wallahu a’lam bishshawab.
--------------------------------------------------------------------
copas dari blog tetangga :) 

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”
(QS.94:5)

0 komentar: